“Mau ngapain ke Lumina?” tanya Elvara seraya berdiri dan menghampiri sang suami, raut wajahnya langsung menunjukkan sedikit kecemburuan karena Darell akan pergi. “Ada sesuatu yang harus aku urus di sana, El. Penting,” Darell menjelaskan, sambil menggenggam lembut tangan istrinya. “Ada Mama sama ibu di sini. Tidak apa-apa, kan, saya tinggal sebentar?” Darell kemudian melirik Savana dan juga Davina. “Saya titip istri saya ya, Ma, Bu?” Kedua wanita paruh baya itu tersenyum melihat interaksi mereka, dan mengangguk secara bersamaan. “Tentu saja, Darell. Kami disini akan menemani istrimu,” ujar Savana dengan nada lembut. “Apalagi, Mama akan di sini sampai siang, kalau perlu sore, setelah Papa Daryan pulang. Kamu fokus saja pada urusan kamu, kami yang urus Elvara.” “Iya, Nak. Kami akan menjaganya dengan baik,” timpal Davina. “Baik, terima kasih banyak, Ma, Bu.” Darell mengulas senyum tulus, lalu kembali beralih menatap sang istri yang sudah memasang wajah cemberut. “Saya tidak
Last Updated : 2025-11-28 Read more