Rumah Keluarga Kunantara, di ruang utama.Setelah tiga dokter nasional pergi, Yusuf dan rombongannya juga berpamitan. Tak lama kemudian, di dalam ruangan hanya tersisa anggota Keluarga Kunantara sendiri.Aruna mengeluh, "Ewan, tindakanmu tadi benar-benar terlalu berisiko. Menghadapi Dokter Nasional Korilia sendirian, bahkan menantang seluruh dokter Korilia. Kalau sampai kalah, akibatnya nggak terbayangkan."Ewan hendak menjawab, tetapi Faiz lebih dulu angkat bicara."Aruna, nggak perlu khawatir. Walaupun ini pertama kalinya aku bertemu Ewan, aku bisa melihat bahwa dia bukan orang yang bertindak gegabah. Kalau dia berani menerima tantangan itu, pasti dia punya keyakinan. Lagian, kalau orang muda nggak bersikap berani dan penuh semangat, untuk apa lagi disebut muda."Aruna melirik Faiz dan berkata, "Sifat Ewan ini memang agak mirip Ayah. Waktu muda dulu, Ayah juga pernah melakukan hal seperti itu.""Hahaha, siapa suruh dia cucuku," Faiz tertawa lepas.Begitu mendengar hal itu, Ewan langs
Baca selengkapnya