Ewan berpikir cukup lama, tetapi tetap tidak menemukan jawabannya."Sudahlah, kalau nggak bisa dipahami, nggak perlu dipikirkan." Dia menenangkan diri, lalu melangkah keluar dari ruang kerja.Kali ini, mendapatkan kitab Sembilan Jarum Melawan Takdir sudah merupakan sebuah hasil besar baginya. Begitu Ewan keluar dari ruang kerja, dia mendengar suara hardikan keras Faiz bergema di aula utama."Dasar nggak tahu diri!""Sejak dulu aku sudah berkali-kali menasihati kalian agar hidup dengan jujur dan terhormat, jangan menyentuh kebiasaan buruk seperti makan, minum, zina, dan judi. Tapi, lihat apa yang kalian lakukan!""Kalian bukan cuma nggak mendengarkan, malah berani menanggung utang puluhan miliar! Kalian benar-benar mau buat aku mati kesal!"Tanpa perlu ditebak, Faiz jelas sedang memarahi Meilia dan Angela.Benar saja. Begitu Ewan masuk ke aula, dia melihat Meilia dan Angela berlutut di tengah ruangan. Faiz duduk di kursi utama dengan wajah murka.Arie, Aruna, serta para kerabat dekat Ke
Read more