"Kuil Naga Langit berada di Gunung Bentang, Dadaru. Tempat itu sangat terpencil, mungkin saja nggak ada sinyal," kata Mariadi sambil menguap. Wajahnya tampak lelah."Kak, semalam kamu nggak istirahat dengan baik?" tanya Magana dengan nada khawatir. "Usiamu juga sudah nggak muda lagi, jaga kesehatanmu."Mariadi melambaikan tangan. "Nggak apa-apa, hanya saja akhir-akhir ini perasaanku nggak tenang. Semalam aku terus mimpi buruk."Magana tertegun. "Kak, dua hari terakhir ini aku juga tiba-tiba merasa gelisah. Semalam aku juga mimpi buruk."Mariadi bertanya, "Mimpi buruk apa?"Dengan suara berat, Magana berkata, "Aku mimpi Kak Marwanto berlumuran darah, berjuang di tengah lautan api. Sambil berjuang, dia terus melambaikan tangan kepadaku. Aku ingin menyelamatkannya, tapi apinya terlalu besar. Aku sama sekali nggak bisa mendekat ...."Belum sempat Magana menyelesaikan ucapannya, Mariadi sudah bertanya, "Apa Kak Marwanto juga berteriak keras, mengatakan bahwa dia mati dengan sangat mengenask
Baca selengkapnya