"Di mana Ewan sekarang?" tanya Marwanto."Di Kuil Naga Langit, Dadaru," jawab Mariadi. "Bocah itu pergi menghadap Master Hampa."Magana ikut berkata, "Kak Marsudi meninggalkan ibu kota memang untuk pergi ke Dadaru membunuh Ewan. Nggak disangka, dia bahkan belum sempat keluar dari ibu kota, sudah ....""Apa pun alasannya, Marsudi mati karena Ewan. Masalah ini pasti nggak lepas dari dia. Aku akan segera pergi ke Dadaru dan menghabisi bocah itu," ujar Marwanto.Marwanto mengulurkan tangan untuk menutup kelopak mata Marsudi dengan lembut, lalu berdiri dan berkata, "Sudah lama aku nggak bertemu dengan si tua bangka itu. Kalau bisa sekalian membunuhnya, akan lebih baik.""Kak, pembunuh Kak Marsudi belum ditemukan. Kalau kamu meninggalkan ibu kota sekarang, apa nggak berbahaya?" Magana tampak khawatir.Mariadi berkata, "Kak Marwanto, bagaimana kalau aku dan Magana ikut menemanimu?""Nggak perlu," jawab Marwanto. "Kak Manggala dan yang lainnya belum keluar dari pertapaan. Kota Terlarang masih
Read more