"Paman istirahat dulu. Aku pergi lihat Adipati Jawara dulu." Setelah berkata demikian, Ewan segera menghampiri Barry.Barry duduk di tanah. Sudut bibirnya berlumuran darah, wajah tampannya tampak pucat pasi."Adipati Jawara, kamu baik-baik saja?" tanya Ewan.Barry memaksakan sebuah senyuman dan berkata, "Aku nggak apa-apa. Asaman terlalu kuat. Nggak mudah untuk menyingkirkannya."Bukan sekadar tidak mudah, tetapi benar-benar sulit.Harus diketahui, Barry adalah peringkat pertama di Daftar Naga, hanya selangkah lagi memasuki Daftar Dewa. Sementara Dika, meskipun tidak sehebat Barry saat masa puncak, kemampuannya tetap tidak terpaut jauh.Adapun Ewan, setelah memperoleh ratusan tahun tenaga dalam Master Hampa, menguasai Pedang Enam Nadi, ditambah dua gaya Jurus Pedang Rumput serta berbagai jimat sebagai kartu truf, kekuatan tempurnya sama sekali tidak kalah dari Barry di masa puncaknya.Hanya saja, meskipun mereka bertiga bergabung, mereka tetap tak mampu menahan Asaman. Tentu saja, sean
Read more