Setelah para tamu selesai memberikan penghormatan terakhir, puluhan ribu murid Organisasi Draken kemudian masuk ke ruang duka secara bergiliran untuk berpamitan kepada Sida.Setelah itu, Mini memeluk papan arwah dan berjalan keluar dari ruang duka.Ewan, Kirin, Cantika, Nazar, Tandi, Logan, Abyaz, dan Ricky mengangkat peti jenazah dan membawanya keluar. Mereka berjalan menyusuri tepi tebing, lalu meletakkan peti itu di depan patung perunggu Sida.Patung perunggu Sida setinggi 15 meter. Dia mengenakan jubah biru dan menatap lurus ke depan. Meski hanya patung perunggu, wibawanya terpancar kuat, tampak hidup dan tidak bisa diganggu gugat.Di depan patung itu berdiri empat pilar batu besar. Di atas pilar-pilar itu terukir motif naga, tampak megah dan penuh aura kebesaran. Di kaki patung berdiri tiga buah prasasti batu. Pada prasasti di sebelah kiri terukir riwayat hidup Sida.Pada prasasti di tengah tertulis beberapa kata:[ Ketua Organisasi Draken, Sida. ]Sedangkan pada prasasti di sebel
Read More