Ewan terus menatap Dewi Kembang tanpa berkedip.Dewi Kembang mulai merasa tidak nyaman karena tatapannya, lalu bertanya, "Apa yang kamu lihat?"Dengan wajah penuh senyum usil, Ewan berkata, "Dewi Kembang, ternyata kamu ini dingin di luar tapi hangat di dalam, ya. Kamu begitu mengkhawatirkan keselamatanku. Jangan-jangan kamu suka sama aku?""Nggak tahu malu!" bentak Dewi Kembang. "Aku sudah mengatakan semua yang perlu kukatakan. Mau mendengarkan atau nggak, terserah kamu."Ewan kembali berkata, "Kalau setiap iblis dan siluman harus dibasmi, lalu kenapa kalian nggak menyerang Koji?"Dewi Kembang menjawab, "Kalau dia bukan muridmu, aku sudah bergerak sejak tadi.""Nah, benar, 'kan? Berarti kamu memang menyukaiku." Ewan berkata tanpa merasa malu."Kamu ...."Dewi Kembang begitu kesal hingga kedua pipinya mengembung. Wajahnya yang cantik tampak seperti bakpao putih yang lembut, membuat orang ingin menggigitnya.Midori ikut membujuk, "Tuan Ewan, Ketua mengatakan semua ini demi kebaikanmu. Se
Read more