"Kak Lisa, lagi mikirin apa?"Saat Ewan merasa bingung, Lisa tersenyum tipis, lalu menunduk. Semuanya jelas tanpa perlu diucapkan.Setengah jam kemudian, mobil berhenti di depan Rumah Sakit Papandaya. Ewan merasa segar dan sangat nyaman.Lisa mengangkat kepala, tersenyum sambil bertanya, "Suamiku, suka nggak?""Menurutmu?" Ewan balik bertanya sambil tersenyum.Lisa melingkarkan kedua tangannya di leher Ewan, berkata dengan manja, "Kamu sih sudah puas, tapi aku belum. Menurutmu harus gimana?"Ewan menyahut, "Tunggu urusanku selesai, malam nanti aku cari kamu ya?""Tapi aku maunya sekarang.""Kak Lisa, sebentar lagi aku ada urusan penting.""Aku nggak peduli." Lisa memeluk Ewan lebih erat lagi. "Pokoknya aku mau kamu sekarang."Ewan merasa pusing. Dia berkata, "Kak Lisa ...."Drrt, drrt, drrt! Tiba-tiba, ponsel Lisa bergetar. Lisa seperti tidak mendengar, malah mulai menciumi leher Ewan seperti ular yang rakus."Kak Lisa, ponselmu bunyi, cepat angkat.""Aku nggak mau angkat, aku maunya k
Read more