Sepuluh menit kemudian, sekelompok orang masuk ke dalam kantor. Orang yang memimpin mereka ternyata adalah kenalan lama Ewan, yaitu Bagas, kepala dinas kesehatan dan medis Papandaya.Begitu melihat Ewan, Bagas langsung berjalan mendekat sambil tersenyum. "Ewan, kenapa kamu ada di sini?""Ada sedikit konflik antara putriku dan teman sekolahnya," jawab Ewan sambil tersenyum tipis.Begitu melihat Bagas ternyata mengenal Ewan, hati Dimas langsung merasa tidak enak. Dia buru-buru berkata, "Bagas, akhirnya kamu datang juga.""Kamu kenal Ewan ini, 'kan?""Aku kasih tahu ya, dia benar-benar keterlaluan. Bukan cuma memukul guru, dia juga menghajar satpam sekolah dan sama sekali nggak menghormati hukum. Sifatnya sangat buruk.""Menurutku orang seperti ini sama sekali nggak pantas jadi dokter. Kamu harus mencabut izin praktiknya, lalu ...."Alis Bagas langsung terangkat."Dimas, kamu yang urus soal kesehatan dan medis di Papandaya atau aku?"Dimas langsung menjawab, "Tentu kamu.""Masih tahu rupa
閱讀更多