Setelah terpikir akan hal itu, Nazar memutar bola matanya, lalu berkata, "Hidung Sapi, bukannya kamu ingin membuktikan kamu bukan pengecut? Baiklah, kuberi kesempatan. Masuk duluan dan lihat apa yang ada di dalam."Sunnata benar-benar kesal. Dia memaki, "Kamu kira aku tolol ya? Sudah tahu di dalam ada bahaya, masih juga menyuruhku maju paling depan. Apa kamu baru senang kalau aku mati?"Nazar tertawa. "Tentu saja aku senang kalau kamu mati. Dengan begitu, aku yang akan menjadi pemimpin tertinggi seluruh perguruan Tao di dunia."Sret! Saat keduanya masih saling adu mulut, Dewi Kembang sudah melangkah masuk ke gerbang perunggu."Gawat, dia mau merebut nadi naga!" Nazar langsung menyadari niat Dewi Kembang. Dia melotot ke arah Sunnata, lalu berkata, "Nyali perempuan saja lebih besar daripadamu. Dasar cupu!"Usai berkata begitu, tubuh Nazar melesat dan ikut menerobos masuk ke gerbang perunggu."Ayo, kita juga masuk." Setelah berkata demikian, Ewan membawa yang lain memasuki gerbang perungg
اقرأ المزيد