"Tapi, gimana caranya memecahkan penghalang cahaya putih itu?""Guru!" Tiba-tiba, Koji memecah keheningan dan berkata, "Gimana kalau aku yang mencobanya?""Jangan gegabah," kata Ewan dengan ekspresi serius. "Cahaya putih itu sangat aneh. Sekalipun kekuatanmu tinggi, belum tentu kamu bisa menahannya.""Guru ...."Koji masih ingin berbicara, tetapi tatapan tajam Ewan langsung membuatnya terdiam.Mata Nazar berputar sejenak, lalu dia berkata, "Bocah, kita juga nggak bisa terus-terusan berdiri di sini. Menurutku, biarkan Koji mencobanya.""Tua bangka, apa maksudmu?" Ewan menatap Nazar dengan wajah tak bersahabat. "Kamu mau menyuruh Koji pergi mati?""Jangan salah paham. Koji itu orang kita sendiri, mana mungkin aku menyuruhnya pergi mati?" sahut Nazar. "Kultivasi Koji lebih tinggi daripada kita semua, lagi pula dia memang berbeda dari orang biasa .... Ehem, kamu paham maksudku, 'kan?"Sambil berkata demikian, Nazar mengedip-ngedipkan matanya.Ewan langsung mengerti bahwa yang dimaksud Naza
Read more