"Tua bangka, kamu juga menguasai ilmu formasi. Ayo kita pelajari lagi bersama.""Bagaimana pun caranya, kita harus menghancurkan formasi ini. Kalau nggak, kita bertiga akan terjebak dan mati di sini."Dewi Kembang sangat menyesal. Sebelumnya Ewan sudah membujuknya dengan baik, sayangnya dia tidak mendengarkannya. 'Seandainya tahu akan begini, seharusnya aku mendengarkannya.'Dewi Kembang menoleh ke luar formasi dan mendapati Ewan juga sedang menatapnya dengan kedua alis berkerut. 'Apa dia sedang menyalahkanku?'Untuk sesaat, Dewi Kembang terlihat seperti anak yang telah melakukan kesalahan. Dia merasa sangat gelisah.Namun, sebenarnya Ewan sama sekali tidak sedang menyalahkan Dewi Kembang. Kemunculan 28 pilar tembaga secara tiba-tiba justru membuatnya sadar bahwa Nazar dan yang lainnya telah terjebak dalam sebuah formasi."Sudah kuduga, mendapatkan nadi naga memang nggak akan semudah itu."Orang-orang lainnya juga menyadari bahwa Dewi Kembang dan yang lainnya sedang dalam bahaya."Tuan
Magbasa pa