Dewi Kembang memperhatikan dengan saksama, lalu berkata, "Nggak ada niat membunuh di mata nadi naga."Midori berkata, "Kenapa aku merasa mereka sedang melihat Tuan Ewan?"Hati Ewan menegang. Dia juga merasakan hal yang sama, tetapi wajahnya tetap tenang.Nazar bertanya sambil tersenyum, "Nona Midori, kenapa kamu merasa nadi naga itu melihat Ewan, bukan aku?"Midori menjawab tanpa basa-basi, "Kamu sudah tua dan jelek. Aku saja nggak sudi melihatmu, mana mungkin nadi naga mau?"Nazar seketika merasa seperti terkena pukulan telak.Midori diam-diam melirik Ewan dan bergumam pelan, "Tuan Ewan begitu tampan, aku suka lihatnya. Jadi, nadi naga pasti juga suka."Suaranya memang lirih, tetapi semua orang yang hadir adalah ahli, jadi semuanya bisa mendengarnya.Dewi Kembang melirik Midori, lalu menghela napas dalam hati. 'Gadis ini benar-benar sudah nggak bisa diselamatkan lagi.'"Ewan, jangan buang waktu. Menurutku, sebaiknya kita tangkap nadi naga terlebih dahulu," saran Sunnata.Ewan mengangg
Read more