Dewi Kembang mengangguk. "Aku setuju."Sunnata ikut berkata, "Aku juga setuju.""Kalau begitu, bersiaplah menyerang! Nanti aku akan menghitung satu, dua, tiga. Saat hitungan tiga, kita menyerang bersama."Nazar menoleh ke arah Sunnata dan Dewi Kembang, lalu berteriak pelan, "Satu ... dua ... tiga!"Sret! Sret!Sunnata dan Dewi Kembang langsung bergerak pada saat yang sama. Sedangkan Nazar bukan saja tidak ikut menyerang, dia malah mundur beberapa langkah, menyilangkan kedua tangan di dada, lalu berdiri sambil menikmati tontonan."Bajingan, kamu menjebak kami?"Sunnata langsung murka.Namun, saat dia dan Dewi Kembang menyadari bahwa mereka telah ditipu, semuanya sudah terlambat. Karena mereka sudah lebih dulu melancarkan serangan kepada ular-ular kecil itu, sementara ular-ular tersebut juga langsung melakukan serangan balasan yang sangat ganas.Tubuh ular-ular itu memang kecil. Namun, mereka sangat lincah dan kecepatannya luar biasa. Bahkan seorang ahli tingkat maharaja seperti Sunnata
Read more