Alasan Ewan menutupi peti merah itu dengan Kaldron Kosmik adalah demi berjaga-jaga.'Jiro jelas bukan orang baik. Kaldron Kosmik saja masih belum cukup. Kelak aku harus mencari cara agar dia benar-benar tunduk padaku,' batin Ewan.Saat itu, terdengar erangan kesakitan dari belakang. "Aduh, sakit sekali ...."Nazar sudah sadar.Ewan segera menghampirinya dan membantu Nazar bangkit, lalu bertanya, "Tua bangka, kamu baik-baik saja?""Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kulitku tebal, tahan dihajar." Nazar berkata dengan serius, "Bocah tengik, lengan putus itu bukan hanya aneh, tapi juga sangat kuat. Kita harus cari cara untuk memusnahkannya ....""Eh, peti matinya ke mana?"Nazar tiba-tiba menyadari peti mati itu sudah menghilang."Peti mati itu terbang sendiri," kata Ewan."Apa? Terbang? Gawat, gawat! Warga di sekitar Gunung Arka bakal celaka."Setelah berkata demikian, Nazar melihat Ewan tetap tenang dan tiba-tiba merasa ada sesuatu yang tidak beres."Bocah tengik, kamu bohong, ya?"Ewan bert
Ler mais