Nazar berkata, "Katanya di ibu kota baru buka sebuah tempat bernama Surga Dunia. Gadis-gadis di sana cantik dan segar, bahkan ada cewek bule juga. Aku ingin pergi melihat-lihat."Ewan memakinya, "Dasar tabiat mesum, nggak bisa berubah.""Hahaha, aku cuma bercanda. Aku ini kepala perguruan, sekarang juga sudah menjadi ahli tingkat maharaja. Mana mungkin perempuan-perempuan biasa seperti itu menarik perhatianku? Terus terang saja, aku mau menagih utang."Nazar melanjutkan, "Travis sudah berjanji membantuku membangun kembali Akademi Nagendra, tapi masih ada sejumlah dana yang belum cair. Sebelum pergi, aku harus mendapatkan uang itu.""Membangun kembali Akademi Nagendra itu urusan besar. Aku khawatir setelah aku pergi, Travis malah berubah pikiran dan nggak mau menepati janjinya."Ewan berkata, "Ucapan seorang pemimpin nggak bisa ditarik kembali. Travis adalah pemimpin negara. Kalau dia sudah janji sama kamu, mana mungkin dia mengingkari ucapannya?""Pokoknya sebelum pergi ke dunia kultiv
Magbasa pa