Ewan dan Nazar tersentak kaget. Mereka buru-buru mundur cukup jauh, lalu sama-sama menatap peti mati itu. Tanpa berkedip sedikit pun.Tangan yang berlumuran darah itu memang terlihat mengerikan, tetapi jika diamati dengan saksama, kulit di balik darah tersebut tampak sangat halus dan berkilau, seperti tangan seorang wanita.Namun tak lama kemudian, bulu mayat merah yang panjang tiba-tiba tumbuh di punggung tangan itu."Mayatnya berubah! Mayatnya berubah!"Saat berseru kaget, Nazar melepaskan jimat api untuk membakar tangan itu. Sebab, makhluk jahat biasa umumnya takut pada api.Namun, begitu jimat api menyentuh tangan tersebut, jimat itu langsung berubah menjadi serbuk."Ini ...."Nazar terkejut. Tanpa ragu, dia langsung menghunus Pedang Pemurni Iblis dan menebaskannya.Trang!Pedang Pemurni Iblis itu seolah bukan menebas sebuah tangan, melainkan menghantam besi meteor yang tidak bisa dihancurkan. Saat keduanya berbenturan, sebuah kekuatan yang dahsyat memantul dan membuat Nazar langsu
Ler mais