Edward menyandarkan tubuhnya, lalu menatap Mariana dengan senyum tipis yang kembali nakal. “Sekarang ganti,” katanya. Mariana mengangkat alis. “Ganti apa?” “Dari tadi aku yang diinterogasi,” jawab Edward santai. “Sekarang giliran kamu.” Mariana terkekeh kecil. “Oh, jadi ini sesi wawancara juga?” Edward mengangguk. “Versi lebih jujur.” “Oke,” Mariana menyilangkan tangan. “Silakan, Pak HRD.” Edward pura-pura meluruskan duduknya. “Nama?” “Mariana.” “Udah tahu,” Edward langsung memotong. “Cuma formalitas.” “Usia?” “Rahasia.” Edward mengangguk pelan. “Berarti masih dalam kategori menarik, usia yang belum exp.” “Apaan sih,” Mariana mendecak. --- “Berat badan? lingkar dada, ukuran cup,lingkar pinggang?” lanjut Edward santai. Mariana langsung melotot. “Serius nanya kayak gitu?” “Ini bagian dari CV,” Edward tidak bersalah. “Rahasia juga.” Edward menghela napas. “Yaudah, aku tebak.” “Jangan.” Edward menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, sengaja la
Read more