"Ed!!"Edgar menoleh sedikit. “Hmm?” Mariana menatapnya lebih lama dari biasanya, “Kamu… kok sekarang jarang banget gendong Lucy?” Pertanyaan itu sederhana Namun begitu kalimat itu keluar, udara di kamar seperti ikut mengeras. Edgar tidak langsung menjawab. Pandangan matanya sempat bergeser—sekilas, hampir tidak sengaja—ke arah boks Lucy. Tapi hanya sebentar, sangat cepat, sebelum kembali lagi ke Mariana. “Oh…” Edgar menarik napas pendek, lalu mengembuskannya pelan, mencoba menyusun alasan yang terdengar wajar. “Itu… Lucy kan cewek.” Mariana mengernyit kecil. “Terus?” Edgar mengangkat bahu sedikit, berusaha terdengar santai, tapi gerakannya terasa tidak utuh, seperti dipaksakan agar terlihat ringan. “Ya… biar lebih dekat sama ibunya aja,” katanya. “Biar lebih… feminim.” Kata itu terdengar ganjil di ruangan itu. Tidak sepenuhnya salah, tapi cara Edgar mengucapkannya membuatnya terasa seperti alasan yang disiapkan terlalu cepat, tanpa benar-benar dipikirkan. Mariana memperhat
Magbasa pa