Tangannya bergerak lebih lambat sekarang, tidak seceroboh sebelumnya. Ada kesadaran yang muncul—tentang seberapa dekat posisi mereka, tentang bagaimana situasi ini sudah berubah dari sekadar perebutan benda menjadi sesuatu yang… lebih rumit. Tangannya masuk ke dalam saku celana Edward. Dan yang ia temukan— sesuatu yang menonjol Mariana kaget dan berhenti. Keningnya langsung berkerut, dan ia mengecek sekali lagi, kali ini lebih cepat, lebih dalam, seolah berharap ia hanya salah meraba. Tetapi itu bukan hp. Perlahan, ia mengangkat wajahnya. Tatapannya berubah, bukan lagi sekadar kesal, tapi juga sedikit tidak percaya. “Mana hpmu? Edward tidak langsung menjawab. Ia justru mengangkat tangan satunya, memperlihatkan ponsel itu yang sejak tadi sudah berada di sana. Mariana langsung menarik tangannya dengan cepat, seolah baru sadar betapa jauh ia sudah melangkah tanpa berpikir. “Anda sengaja,” katanya, nadanya setengah kesal, mukanya memerah. Edward terkekeh pelan,
Read more