Masuk"Aku rela berbagi suamiku, karena aku lebih takut kehilangan dia selamanya." Keira, seorang arsitek berbakat dan istri setia Carlos, harus menghadapi kenyataan pahit: dia tidak bisa memenuhi kebutuhan suaminya. Setelah kehamilannya yang berisiko tinggi, dokter memperingatkan bahwa Keira harus menjaga diri—termasuk mengurangi aktivitas intim dengan Carlos. Tapi Carlos bukan pria biasa. Dengan energi dan hasrat yang menggebu, pria miliarder itu mulai menunjukkan tanda-tanda stres. Keira tahu, jika terus begini, pernikahan mereka bisa hancur. Maka, dengan berat hati, Keira mengajukan solusi radikal: "Carlos, menikahlah lagi."
Lihat lebih banyakMalam itu terasa lebih hangat dari biasanya. Di dalam kamar, tawa kecil terdengar—ringan, lepas, seperti sesuatu yang sempat hilang kini kembali. Mariana mendorong bahu Edgar pelan. “Kamu ini…” Edgar mendekat sedikit, menatapnya dengan senyum tipis. “kali ini aku pengen kamu yang ada diatas..!” Mariana memutar mata, tapi tidak menjauh. Jarak di antara mereka menyempit tanpa perlu banyak kata. Sentuhan kecil berubah menjadi lebih lama. Lebih dalam. Tawa perlahan mereda, digantikan suara napas dan desahan yang mulai tak beraturan. Suasana kamar menghangat, dipenuhi kedekatan yang lama tertunda. Di luar kamar— Langkah Nadia terhenti. Ia baru saja memastikan Lucy sudah tidur. Namun saat melewati pintu itu, suara samar dari dalam membuatnya diam. Sunyi. Lalu terdengar lagi. Nadia menatap pintu tertutup itu tanpa berkedip. Tangannya mengepal pelan. Ia tidak perlu mendekat untuk mengerti. Rahangnya mengeras, napasnya tertahan. Beberapa detik berlalu sebelu
Beberapa bulan berlalu. Rumah itu kini benar-benar terasa berbeda. Dari luar, semuanya tampak utuh—bahkan lebih hangat dari sebelumnya. Tidak ada lagi ketegangan yang dulu sempat menggantung di setiap sudut ruangan. Mariana sudah tidak pernah lagi terlihat sibuk dengan ponselnya hingga larut malam. Tidak ada lagi alasan pergi tiba-tiba, tidak ada lagi nama asing yang terselip dalam kesehariannya. Nama Edward… seperti hilang begitu saja. Tidak ada yang benar-benar tahu apakah ia kembali ke negaranya, atau memang Mariana yang memilih mengakhiri semuanya. Tidak pernah ada penjelasan. Tidak pernah ada pembicaraan terbuka tentang itu. Seolah-olah… pria itu memang tidak pernah pernah ada selama ini. Dan Mariana tidak pernah membahasnya. Kini, ia kembali menjadi sosok yang sepenuhnya hadir di rumah. Pagi hari diisi dengan rutinitas sederhana berangkat kerja..pulang menemani Lucy bermain, sesekali bercanda ringan dengan Edgar. Tidak berlebihan.Tapi cukup untuk membuat suas
Pagi itu terasa lebih berat dari biasanya.Carlos datang tanpa pemberitahuan, langkahnya cepat dan wajahnya sudah menyimpan emosi yang tidak perlu ditebak lagi. Edgar yang sedang berdiri di dapur hanya sempat melirik sekilas sebelum kembali menunduk, seolah sudah tahu percakapan seperti apa yang akan terjadi.“Kamu lagi senggang?” tanya Carlos, suaranya datar tapi tegang.Edgar mengangguk pelan. “Iya. Ada apa?”Carlos tertawa singkat, tapi sama sekali tidak terdengar ringan.“Aku cuma mau tanya satu hal… kamu ngasih uang 500 juta ke Nadia?”Tangan Edgar berhenti sesaat di atas meja, lalu ia mengangkat wajahnya.“Iya.”---Jawaban itu langsung memicu ledakan.“Kamu serius ngasih uang sebanyak itu?” suara Carlos naik tanpa ditahan. “Kamu pikir itu wajar? ngasih uang ke babysitter, untuk apa?”Edgar tetap diam.Tidak membela.Tidak juga menjelaskan.Dan sikap itu justru membuat Carlos semakin emosi.“Pantas saja Mariana marah!” lanjutnya tajam. “Selama ini aku kira dia yang salah—dia selin
Satu hari kemudian. ketika Edgar akhirnya diperbolehkan pulang. Langkahnya masih sedikit pincang saat keluar dari rumah sakit. Carlos berjalan di sampingnya, sesekali menahan siku Edgar agar tidak kehilangan keseimbangan. “Bisa jalan kamu?” tanya Carlos singkat saat mereka sampai di mobil. Edgar mengangguk. “Bisa.” Sepanjang perjalanan pulang, suasana hening. Hanya suara mesin mobil dan sesekali helaan napas berat yang terdengar. Sesampainya di rumah, lampu ruang tengah masih menyala. Pintu terbuka bahkan sebelum mereka sempat mengetuk. Nadia berdiri di sana. Sebagai baby sitter Lucy, ia memang sudah terbiasa tidur malam.Tapi malam ini, ekspresinya jauh lebih dari sekadar profesional. Wajahnya langsung berubah khawatir begitu melihat Edgar terluka. “Pak Edgar…” suaranya pelan, penuh kekhawatiran. “Ya Tuhan… ini kenapa?” Ia segera mendekat, matanya menelusuri tangan yang diperban dan kaki yang masih kaku—terlalu detail, terlalu cemas untuk ukuran sekadar pengasuh.
Sore itu, setelah keluarga Edgar pulang, suasana rumah keluarga Mariana terasa berat. Carlos duduk santai di ruang tamu sambil menyeruput teh, seolah tak terjadi apa-apa. Elina di sampingnya menatap Mariana yang masih berdiri di depan ayahnya — mariana wajahnya memerah karena menahan amarah.
--- Malam makin larut. Ketiga teman Edgar akhirnya pamit, meski masih sibuk saling bisik waktu keluar lift. “Gar, sumpah ya, kalau lo nggak serius sama si Marni, kasih ke gue aja. Ini cewek langka!” kata Dimas sambil ketawa setengah kagum. Edgar cuma menghela napas. “Dia cuma pembantuku, Dim.”
Sejak malam “hukuman pukpuk” itu, hidup Edgar benar-benar berubah. Ia merasa tiap kali berjalan di lorong apartemen, udara di sekitarnya jadi lebih padat—seolah-olah setiap dinding menyimpan telinga, dan setiap tatapan menyembunyikan tanya. Langkah kakinya yang dulu ringan kini terasa seperti mengi
---Malam itu, suasana rumah terasa aneh.Tenang, tapi bukan tenang yang nyaman.Lebih seperti udara yang menahan sesuatu—antara ingin bicara dan takut mendengar jawaban.Marni duduk di kursi makan, menatap cangkir tehnya yang sudah dingin. Dari tadi Edgar mondar-mandir di ruang tamu, pura-pura sib












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan