“Mereka orangnya, Bos! Bagaimana ini? Kita hanya berdua, dan mereka puluhan orang.” Samuel panik, tapi siaga. Tangannya masih mencengkeram kemudi sangat erat, sementara matanya terus memantau pergerakan para pengepung yang mulai turun dari motor mereka.Di depan sana, sekitar dua puluh orang pria dengan motor modifikasi telah mengepung bengkel dan mencegat mobil kapten.Mereka mengenakan jaket kulit hitam dekil, wajah-wajah sebagian ditutup masker tengkorak, dan tatapan mata mereka liar.Beberapa dari mereka mulai mengayun-ayunkan rantai besi tebal dan pipa baja panjang.“Om, ada perampok?” bisik Aluna dengan suara bergetar. Dia merapatkan tubuhnya pada Betrand. Kali ini dia tak berani banyak bercanda. “Bos, apa perlu hubungi markas? Kita butuh bantuan segera!” Samuel merogoh saku jaketnya, tapi ditahan Betrand.“Jangan. Jangan hubungi siapa pun. Aku tidak mau melibatkan rekan-rekan yang lain untuk urusan yang motifnya saja kita belum tahu. Tenang saja, kita tidak akan kalah.”“Tapi K
Magbasa pa