“Ayo, Om. Tanya dong, gimana caranya aku bisa mengejar Om sampai sini.” Aluna menggerak-gerakkan tubuhnya.Betrand menghela napas panjang, menekan emosinya, dan menekan sebuah rasa yang tiba-tiba timbul entah rasa apa itu.“Kalau begitu, jelaskan. Kenapa kamu bisa sampai ke tempat yang bahkan setan pun malas mampir ?” tanya Betrand, menahan jengkel.Aluna mendongak, matanya berbinar di balik kegelapan lubang. “Jadi gini, Om. Jadi itu aku lagi jalan-jalan di sekitar air terjun, niatnya mau cari wangsit siapa tahu dapat petunjuk soal jodoh. Eh, tiba-tiba aku lihat siluet Om yang, tampan, tegap dan berwibawa itu. Aku ikuti dong, kan itu namanya panggilan takdir. Tapi ya ampun, medannya jahat banget! Aku sampai terguling, terjungkal, bajuku kotor, lutut berdarah-darah cuma demi memperjuangkan benang merah kita yang hampir putus ini!”Betrand hanya diam, matanya menatap tajam ke arah langit-langit lubang. Tidak tahu mau bagaimana lagi. Mau protes atau lari pun sudah tidak bisa. Dan harus pa
Last Updated : 2026-03-04 Read more