“Kurang ajar bocah itu! Berani-beraninya dia membawa Willona ke tengah tawuran geng motor begitu! Dia pikir anakku itu tameng?” umpat David dengan suara parau yang bergetar karena emosi.David memukul dasbor mobil, membuat Zayn yang berada di balik kemudi jadi makin panik. Napas pria paruh baya itu memburu, matanya memerah menatap jalanan di depan.“Pa, tenang dulu. Kita sudah hampir sampai. Papa jangan emosi begitu, nanti tekanan darah Papa naik,” ujar Zayn menoleh sebentar.Dalam hati Zayn merutuki dirinya sendiri. Seharusnya dia tidak menceritakan detail kejadian di bengkel tadi pada Papanya. Zayn mendapatkan informasi dari mata-matanya dan laporan singkat dari Aluna. Niat awalnya hanya ingin lapor saja sama Papanya, tapi malah memicu emosi besar seperti ini.“Bagaimana bisa tenang, Zayn! Kakakmu itu masih dalam masa berkabung, frustasi, dan kewarasannya belum stabil, malah dibawa kabur sama bocah demit itu ke tempat berbahaya! Kalau Willona lecet sedikit saja, aku tidak akan segan-
Last Updated : 2026-02-19 Read more