“Arggghhh ….” Betrand mengerang kuat.Dia jatuh terduduk di atas hamparan daun kering, tangannya menekan kuat perutnya yang terluka.“Om Kapten! Ya ampun, itu darahnya banyak banget!” Aluna menjerit panik, air matanya tumpah seketika. Tanpa pikir panjang, gadis itu menarik ujung kemejanya merobek dengan hentakan kuat.Mata Betrand melotot melihat kegilaan Aluna.Entah dari mana dia mendapat kekuatan itu, tapi dalam sekejap, Aluna berhasil menyobeknya.Lalu, kain itu akan dia balutkan ke perut Betrand. “Tahan, Om! Jangan mati dulu, aku belum siap jadi janda kembang sebelum nikah!”Betrand memejamkan mata, rahangnya mengeras. “Diam, Aluna. Ini cuma luka kecil, aku pernah kena yang lebih parah dari ini. Tenanglah.”“Mana bisa tenang! Om itu manusia, bukan robot! Kalau infeksi gimana? Kalau nanti kehabisan darah gimana?” Aluna meracau, tangannya gemetar hebat saat menyentuh kulit perut Betrand.Sebenarnya Bertrand tak perlu penanganan aneh itu, tapi dia pasrah saja.“Ehem!” Betrand duduk
Last Updated : 2026-03-06 Read more