Fitch telah melahap setiap inci tubuh Zoey, bukan sekali, tapi tiga kali—tak ada bagian darinya yang luput.Saat mereka masih bermalas-malasan hingga ke tengah hari, Fitch tampak bersemangat untuk satu ronde lagi. Namun Zoey, dengan pipi yang memerah dan kulit yang penuh bekas, menamparnya tanpa ragu. “Lihat jam! Kamu nggak peduli sama Nolan, ya?” gerutunya sambil mengatupkan gigi, kesal.Orang tua macam apa tidur sampai ke petang?Fitch yang kuyup oleh keringat memohon padanya, pura-pura polos demi menggoda lebih jauh.“Satu kali lagi aja, sayang. Aku janji.”Zoey berharap dia bisa menendang Fitch dari tempat tidur. Tapi karena kelelahan, akhirnya dia tertidur kembali.Saat terbangun, kamar telah diselimuti kegelapan.Dia melihat Fitch dan Nolan duduk di meja samping ranjang—Nolan tenggelam dalam bacaannya, sementara Fitch fokus dengan laptopnya. Kekacauan siang tadi telah dibereskan, tak ada sedikit pun jejak kenakalan mereka sebelumnya. Keduanya kini mengenakan piyama bersih, d
اقرأ المزيد