Zoey membeku, otaknya masih sibuk memproses apa yang baru saja terjadi. Namun Nolan, dengan polosnya, sudah lebih dulu memeluk kakinya dan berseru riang, “Mommy, kita makan apa malam ni?” Pertanyaan sederhana itu hanya tentang makan malam—karena memang sudah waktunya. Tapi seperti biasa, Fitch tak bisa menahan diri. “Dia udah makan besar semalam,” katanya santai, dengan nada ambigu yang membuat darah Zoey langsung naik ke kepala. “Fitch!” Zoey mendesis, wajahnya seketika memerah. Fitch hanya mengangkat alis sambil memainkan pemantik apinya, tak berkata apa-apa, tapi senyuman nakalnya sudah cukup membuat Zoey ingin melemparkan bantal ke wajahnya. Nolan, dengan mata bulatnya yang tak tahu apa-apa, malah bertanya penuh penasaran, “Emangnya makan apa semalam, sih?” Zoey langsung panik, pipinya berubah merah tua, dan dengan cepat menutupi kedua telinga Nolan sambil melotot ke arah Fitch. “Jaga mulut kamu.” Fitch hanya tertawa pelan, matanya menyipit menahan godaan. Ia lalu
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-03 Mehr lesen