Suaranya menenangkan namun penuh ancaman. Ia mencium leher Mauryn, menyesap kulitnya meninggalkan jejak kemerahan. Ketika Dion merasakan tubuh Mauryn sedikit mengendur, ia mendorong lagi.Sedikit demi sedikit, inci demi inci, kejantanan yang besar itu terus masuk. Meregangkan lubang belakang Mauryn hingga batas maksimalnya. Mauryn hanya bisa terisak, matanya terpejam erat. Seluruh tubuhnya tegang, menahan rasa perih yang begitu menyengat.Ia merasakan air mata mengalir deras dari pelupuk matanya, membasahi pelipisnya. Ini adalah rasa sakit paling intens yang pernah ia alami dalam hidupnya. Setelah beberapa saat yang terasa seperti keabadian, Dion berhasil masuk sepenuhnya.Kejantanannya kini membanjiri bagian dalam Mauryn, mengisi setiap celah, menekan semuanya. Mauryn terkapar lemas, napasnya terputus-putus, tubuhnya basah oleh keringat dan air
Last Updated : 2025-11-17 Read more