Aluna tertegun, jantungnya terasa berdenyut aneh ketika pertanyaan itu terlontar dari bibir suaminya. Wanita itu membalas pandangan laki-laki di sampingnya, yang matanya dipenuhi kekalutan, kemarahan, kesedihan, juga ketakutan. Kenapa ada begitu banyak emosi di sana, di mata seorang pria angkuh seperti Erlangga?Siapa atau apa yang telah melukai Erlangga hingga menjadi seperti ini?"Entahlah, karena ada juga yang tidak mati meski sakit selama puluhan tahun." Aluna menjawab pertanyaan suaminya, sebelum menghela napas panjang dan melanjutkan, "--tapi yang pasti rasanya tidak akan menyenangkan," katanya.Erlangga mendengus pelan, tapi tidak mengatakan apa-apa lagi. Pria itu hanya kembali menunduk dan merenung, tidak bergerak sama sekali, bahkan suara napasnya pun terlalu pelan untuk seseorang yang sedang berada dalam kekalutan."Erlangga...." Aluna memanggil lagi, kali ini sambil meraih tangan Erlangga, "Ayo pindah," bujuknya, kembali meminta agar suaminya mau tidur di kamar.Erlangga me
Read more