Melihat tingkah sang adik, di sisi Aluna, Mikail mematung dengan mata melotot. “Jangan macam-macam, Aluna, turunkan tanganmu!" desis Mikail tajam.Tapi sudah terlambat. Aluna kini menjadi perhatian ratusan pasang mata yang menoleh padanya. Dan Aluna baru menyadari bahwa ia telah berdiri, meninggalkan Mikail di belakang. Wanita itu menelan ludah. Sudah terlambat untuk mundur dan tekadnya tidak akan goyah. Dari atas panggung, Erlangga menatapnya. Pandangan pria itu tajam menatap calon istri dadakannya.“Nama?” Satu pertanyaan dilontarkan.“Aluna,” Aluna menjawab lebih tenang dari yang ia kira. Padahal jantungnya sedang bertalu sangat kencang. Gugup, tapi terasa menyenangkan.“Pekerjaan?”Penulis novel online. Aluna menahan diri untuk tidak mengatakan itu. Tapi ngomong-ngomong, calon suaminya di atas sana benar-benar terlihat seperti calon bos yang sedang mewawancarai.“Asisten penulis.” Aluna menjawab tegas, karena itu satu-satunya pekerjaan yang masuk akal hingga ia bisa mendapat und
최신 업데이트 : 2026-01-24 더 보기