Tiga hari berlalu sejak pasukan Kekaisaran Mandala mendirikan perkemahan di hamparan Savana Tra. Di bawah terik matahari pagi yang menembus sisa-sisa kabut perbatasan, Jota menunggangi kudanya perlahan, memimpin sekelompok kecil pasukan elit mendekati perimeter luar Benteng Utara Askaron.Semakin dekat langkah kudanya, semakin jelas kemegahan benteng tersebut. Dinding-dinding batunya menjulang tinggi, tersusun dari balok-balok granit hitam yang tebal dan kokoh, seolah dipahat langsung dari perut bumi. Di atas dinding pertahanan, garis-garis pelindung kayu dan menara pengawas berjejer rapi, memancarkan aura pertahanan yang dingin dan tak tergoyahkan.Jota menghentikan kudanya beberapa ratus langkah di luar jangkauan panah biasa. Di dalam hatinya, penasehat muda itu tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Tembok ini jauh lebih megah dan berwibawa daripada benteng mana pun di perbatasan Mandala, batin Jota seraya menatap lekuk-lekuk arsitektur Askaron yang rapat.Namun, ia sadar di mana
Leer más