"Karena kalian telah berani memamerkan kemewahan ilegal ini di istanaku," ujar Valari, tangannya gemetar karena nafsu yang tertahan, "maka barang-barang ini disita.Bukan karena aku menginginkannya, tapi karena kalian tidak pantas menyentuh sesuatu yang begitu langka."Satu per satu, Valari menarik paksa mantel-mantel itu dari bahu para menterinya.Ia menjatuhkan mantel kulit beruang putih ke lantai dengan kasar, meski jemarinya sempat mengelus permukaannya yang sehalus awan.Ia menyambar pipa iron brak itu dan langsung menghirup aromanya langsung dari corong kayu tersebut, matanya terpejam sejenak menikmati kesegaran yang masuk ke paru-parunya.Para menteri hanya bisa gemetar, menunduk hingga dahi mereka menyentuh lantai. Mereka merasa terhina, namun ketakutan akan kegilaan Valari jauh lebih besar.Dari balik tirai beludru di koridor samping, Rion menyaksikan segalanya. Ia melihat betapa mudahnya Valari dimanipulasi oleh rasa irinya sendiri.Rion tahu benar rahasia pipa itu. Kayu iro
Last Updated : 2026-01-17 Read more