Jota menarik tali kekang kudanya, sejajar di sisi sang kaisar. Matanya yang tajam menelisik kerapatan pepohonan di bawah sana dengan cermat."Tuan, perhatikan hutan ini," ujar Jota seraya menunjuk ke arah celah-celah pepohonan di lembah. "Hutan ini tidak tebal seperti di perbatasan lainnya."Valari menyipitkan mata, meneliti setiap lekuk pepohonan yang meranggas di beberapa bagian. Cahaya matahari sore bahkan masih mampu menembus hingga ke dasar tanah, memperlihatkan jalur-jalur berbatu yang cukup lebar."Benar, Jota..." suara Valari terdengar berat, sarat akan kemarahan yang tertahan. "Andai aku tahu dari dulu, sudah kuperluas Kekaisaran Mandala ini.""Kabut yang menyelimutinya selama ini hanyalah gertakan sambal, Tuan," timpal Jota. "Peta lama yang dilukis oleh para tetua Kerajaan Utara sengaja melebih-lebihkan kerimbunannya agar kita ragu untuk melintas."Valari terkekeh sinis, menyandarkan jemarinya pada hulu pedang yang melingkar di pinggangnya. "Dan kita membayarnya dengan waktu
Read More