Sore menjelang. Kantor mulai sepi. Rian dan Reina pamit duluan. “Tuh, jangan lembur lagi,” pesan Reina. “Pacaran boleh, tapi istirahat juga penting.”Alma hampir tersedak air. “Lo ngomong apa sih?”“Udah, gue ngerti semua. Dulu gue juga pernah senyum-senyum kayak gitu tiap buka chat.”Rian menimpali, “Dan sekarang dia senyum cuma pas dapet diskon kopi.”Reina menatap tajam. “Rian, lo mau laptop lo gue format sekarang?”“Gue cabut!”Revan keluar dari ruangannya, membawa jaket. “Kalian berdua pulang bareng, kan? Gak mau bareng gue aja, Rei?”Reina menggeleng cepat, "Kalo bareng lo, gue pusing sama lagu jadul lo itu. Heran, dari dulu itu mulu.""Artinya, Kakak lo ini setia. Lagu aja gue masih yang sama, apalagi pasangan." Reina menatap jijik kakaknya itu, "Tapi sayangnya, sampai zaman zigot lo masih jomblo," ucapnya santai. Di balas jitakkan oleh Revan untuk sang adik. "Jaga ini spesies ya, Ian." Rian dan yang lain hanya terkekeh dengan interaksi kedua saudara itu.“Lo tenang aja, spesi
Read more