Awal hari berat berlalu, mereka tidur di kantor, makan mie instan, dan kerja sampai pagi. Tapi tidak ada tekanan yang membuat mereka kehilangan arah. Setiap kali Rian mulai frustrasi, Gio menepuk bahunya. “Tenang, ini bukan kompetisi. Kita cuma lagi belajar tumbuh.”Setiap kali Alma kehabisan ide untuk konsep iklan, Reina menyodorkan catatan lama tentang cara memahami audiens lewat empati. Dan setiap kali Reina kelelahan, Rian menyalakan musik lembut dan bilang, “Node lo sekarang di sini, Rei. Di antara kita.”Revan duduk di kursi pojok, senyum kecil muncul di wajahnya. Ia menatap mereka satu-satu — adiknya, teman-teman barunya, dan keluarga kecil yang tumbuh dari reruntuhan sistem lama. Kini semua tahu: Revan dan Reina kakak-adik, dan sejak awal, Revan sudah bersama mereka. Hari-hari mereka masih penuh tawa, lembur, dan kopi instan, tapi kali ini mereka tidak lagi bekerja untuk melawan sesuatu. Mereka bekerja untuk membangun ulang — dari awal, bersama-sama.Dan di antara semua kesibu
Read more