Nayla tidak bisa berhenti memandangi layar ponselnya.Surel dari pihak produksi film itu masih terbuka. Di sana, adegan yang paling ingin ia lupakan justru ditulis dengan begitu rinci, seolah-olah seseorang sengaja menyimpan setiap kata yang pernah keluar dari mulutnya malam itu.Malam ketika ia baru melahirkan Ayana.Malam ketika tubuhnya masih lemah, pikirannya kacau, dan ia berharap suaminya akan berada di sampingnya. Namun, yang ia rasakan justru kesepian. Wawan memang ada di sana, tetapi saat itu mereka terlalu sibuk mempertahankan ego masing-masing hingga lupa bahwa mereka sedang menghadapi masa sulit sebagai pasangan.Bagi orang lain, mungkin itu hanya satu adegan dalam sebuah film rumah tangga.Bagi Nayla, itu adalah luka yang membutuhkan waktu panjang untuk sembuh.“Mas, mereka menulisnya seolah-olah mereka ada di ruangan itu,” ucapnya lirih.Wawan duduk di sampingnya. Ia membaca kembali dokumen tersebut, berharap ada bagian yang salah ia pahami.Namun, semakin ia membaca, se
Read more