"Profesor Brielle, selamat pagi," sapa seorang asisten wanita.Brielle tersadar dari lamunannya, lalu membalas dengan senyuman sopan. Dia berjalan perlahan menuju gedung laboratorium, menyingkirkan potongan-potongan kenangan yang sengaja dia kubur, dan kembali masuk ke mode kerja.Pagi itu, Brielle mengadakan rapat dengan Rowan, membahas persiapan putaran eksperimen berikutnya. Demi mempercepat progres, penelitian mereka kini sudah melangkah lebih jauh dengan pendekatan yang cukup berani.Saat makan siang di kantin, Brielle baru saja duduk bersama Rowan, ketika Harvis datang membawa nampan dan berkata, "Profesor Rowan, boleh aku bicara sebentar dengan Profesor Brielle?"Rowan langsung berdiri, membawa nampannya ke meja lain. Brielle menatap Harvis dengan sedikit heran. "Kak Harvis, ada hal penting?"Setelah duduk, Harvis menatapnya dengan mata yang dalam. "Brie, tiba-tiba aku sadar aku pernah melakukan satu kesalahan dan aku merasa bersalah."Brielle sedikit tertegun. "Maksudmu apa?"H
Read more