Setelah Raka selesai berbicara, dia berdiri. Tatapan di balik lensa kacamatanya jelas menyiratkan hawa dingin. Meski dipenuhi rasa ingin tahu, para wartawan sama sekali tidak berani melanjutkan pertanyaan.Saat meninggalkan area wawancara, Gavin berkata pelan, "Pak Raka, maaf, tadi aku nggak berhasil menghentikan para wartawan.""Nggak apa-apa." Raka melepas kacamatanya dan memasukkannya kembali ke saku jas. Raut dingin di matanya menghilang, berganti menjadi tatapan yang dalam dan rumit.Di sampingnya, Gavin merenungkan wawancara barusan. Sang atasan seolah membiarkan para wartawan melontarkan pertanyaan-pertanyaan itu, tetapi tidak benar-benar menjawabnya secara langsung.Rasanya, Raka sengaja membiarkan mereka melempar isu, lalu membiarkan para wartawan itu menebak-nebak sendiri. Adapun makna di balik sikap tersebut, Gavin tidak berani memikirkannya lebih jauh.Brielle kembali ke laboratorium. Cherlina membawakan kopi untuknya dengan perhatian. Tak lama kemudian, Brielle menerima te
Baca selengkapnya