Raut wajah Kaivan langsung menjadi muram. "Lesya, ada apa denganmu! Dia itu asisten Pak Delon, juga cuma gantikan Pak Delon untuk antar aku turun."Lesya memasang tampang mengejek, lalu mencibir, "Pak Delon punya begitu banyak asisten, kenapa harus dia yang antar kamu turun? Kalian pernah pacaran, apa kalian nggak tahu kalian harus hindari kecurigaan?"Kemudian, dia menatap Adeline dan meneruskan, "Kurasa ada orang jahat yang masih mau coba untuk rayu kamu dan buat kamu kembali ke dia!"Adeline tersenyum, lalu menunjuk kepalanya dan menyahut, "Kalau punya masalah di sini, sebaiknya kamu pergi cari dokter. Kalau benar-benar serius, kamu juga boleh tinggal di rumah sakit jiwa untuk sementara waktu. Jangan selalu menggila di luar. Itu lumayan menakutkan."Ekspresi Lesya seketika berubah. Dia mengangkat tangannya untuk memukul Adeline, tetapi Kaivan segera menahan tangannya."Lesya, sudah cukup?"Melihat ketidaksabaran dan kedinginan di mata Kaivan, Lesya pun dilanda kesedihan. "Kai, dia s
Magbasa pa