Riska memelototi Lesya, lalu menatap perawat dan menyahut, "Baiklah, kami akan pulang sekarang. Besok, kami akan datang menjenguknya lagi." Setelah itu, Riska menarik Harmoko pergi. Sesampainya di pintu, dia tiba-tiba teringat sesuatu dan menoleh ke arah perawat. "Ngomong-ngomong, kapan putriku bisa pulang?" Perawat itu menjawab tanpa ekspresi, "Belum tahu. Itu tergantung keadaan pemulihannya.""Baiklah, aku mengerti." Setelah keduanya pergi, Lesya akhirnya menghela napas lega dan menatap perawat itu. "Terima kasih." Tanpa perawat ini dan dengan kondisinya saat ini, Lesya pasti akan dimaki dan dipukuli habis-habisan oleh Harmoko dan Riska."Sama-sama. Itu sudah tugasku." Perawat itu mengukur suhu tubuh Lesya. Setelah memastikan suhu tubuh Lesya normal, dia baru pergi.Pada pagi-pagi keesokan harinya, Harmoko dan Riska sudah tiba di rumah sakit. Aditya telah ditahan di kantor polisi semalaman. Saat ini, mereka sangat cemas, juga takut Aditya diperlakukan dengan buruk di sana.Ketik
อ่านเพิ่มเติม