Ratih meletakkan nampan di meja kecil di antara mereka, kemudian duduk menghadap Karyo. Ia mengambil napas dalam, seolah mengumpulkan keberanian."Mas..." ia memulai, suaranya pelan namun jelas. "Aku meteng." (Mas... aku hamil.)Dunia Karyo seketika berhenti berputar. Cangkir teh di tangannya hampir terjatuh, tapi ia berhasil meletakkannya di meja dengan tangan gemetar. Matanya melebar, menatap Ratih dengan campuran keterkejutan dan kebahagiaan yang tak terbendung."Tenane, Tih?" (Benarkah, Tih?) tanyanya, suaranya hampir tercekat.Ratih mengangguk, senyum kecil mulai terbentuk di bibirnya. "Tenan, Mas. Wis tak tes ping loro. Positif." (Benar, Mas. Sudah kutest dua kali. Positif.)Karyo meletakkan cangkirnya, meraih kedua tangan Ratih dan menggenggamnya erat. "Gusti Allah, matur nuwun..." (Ya Tuhan, terima kasih...) bisiknya, matanya berkaca-kaca menahan haru. "Kapan kowe ngerti?" (Kapan kamu tahu?)
Huling Na-update : 2026-02-04 Magbasa pa