Mereka kembali ke rumah besar itu. Suasananya tidak lagi sekelam sebelumnya. Udara rumah terasa lebih hangat, lebih tenang, seperti mengikuti keadaan hati Tavira yang pelan-pelan membaik. Namun Darian tetap tidak mau mengambil risiko. Dia menghubungi Bunda agar datang menginap, menemaninya menjaga Tavira.Bunda datang sore itu, membawa tas kecil dan selimut rajut kesayangannya. Begitu melihat Tavira di ruang keluarga, Bunda langsung merentangkan tangan.“Tavira. Sini, Nak!”Tavira ragu sepersekian detik. Bukan karena takut, tapi karena terlalu banyak menahan rindu akan sosok ibu.Saat ia mendekat, Bunda memeluknya erat, hangat, penuh kasih sayang yang begitu menenangkan sampai-sampai lutut Tavira terasa mau goyah.Hal itu menenangkan. Dan membuat Tavira merindukan mamanya yang sudah tiada.Malam itu, Bunda memilih tidur di kamar Tavira. Ia membenarkan selimut Tavira, merapikan anak rambut di pelipisnya, lalu masuk ke dalam selimut, memeluk T
Last Updated : 2025-12-18 Read more