Setelah Balada terbangun, putri Widuri dan para pelayan pun berdatangan dengan membawa banyak makanan.Begitu juga dengan Raden Rakean, Ki Samudra, Ki Luhung, dan ketua Kantaka. Mereka semua masing-masing membawa nampan besar berisi berbagai hidangan, membuat Galuh langsung melebarkan mata, menelan liurnya sendiri.“Pe-pesta jamuan, i-ini dia yang se-selalu aku tungggu,” Galuh meracau sembari menyambut ke datangan mereka.Ingin rasanya Galuh berlompatan seperti anak kecil, tetapi dia masih sadar bahwa dirinya kini telah tua, bahkan telah menjadi kakek.“Mulai lagi dia,” Arga menggeleng.“Memalukan,” umpat Arga.Tetapi Lintang dan Balada malah sama seperti Galuh, mereka begitu kegirangan menyambut para pelayan dengan mata berbinar.“Kakak Lintang juga sama saja,” gumam Putri Arum.Namun ketika melihat Balada, hatinya langsung berdebar kencang tidak mampu berkata-kata.“Besan? Apa dirimu juga ikut memasak?” Saudagar Weda terkejut karena mendapati Raden Rakean membawa nampan menyuguhkan
Last Updated : 2025-10-26 Read more