“Mama.. hari ini Om Ivan datang ke rumah kan?” ucap Dariel menatap sang mama yang sedang menyetir.Olivia memandang sekilas ke arah Dariel, “Iel, Om Ivan sibuk.”“Tapi kemarin mama bilang, Om Ivan mau datang.” Protes Dariel kecewa.“Iel, Om Ivan kan juga ada kerjaan.”“Tapi mama kan uda janji. Iel mau main sama Om Ivan.” Dariel mulai merengek.“Dariel….” Ucap Olivia memberi penekanan.“Kan mama yang bilang kalau uda janji harus ditepati.”Olivia menarik nafas panjang, “Iya, tapi Om Ivan ga boleh sering-sering ke rumah, Nak.”“Kenapa, Ma? Kan Om Ivan teman mama. Papa Calvin juga sering ke rumah.”Seketika Olivia memijit keningnya, kepalanya tiba-tiba terasa cekot-cekot, ini anak koq pinter banget ngelesnya, seperti.. Ivan. Ya Tuhan, kenapa harus Ivan lagi.Olivia berdeham, “Om Calvin dan Om Ivan berbeda, sayang.” Olivia lebih nyaman menyebut Calvin sebagai Om daripada papa.“Bedanya apa, Ma? Kata Om Ivan, dia dan mama uda temanan lama, Cuma Om Ivan harus pergi jauh untuk belajar biar ja
Read more