Masih Menjadi Milikku

Masih Menjadi Milikku

last updateLast Updated : 2026-01-10
By:  DelfUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
72Chapters
53views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Olivia Cristy, gadis tomboy berparas cantik yang memiliki sejuta rahasia kelam di hidupnya, harus merasakan nasib sial ketika semesta mempertemukannya dengan pemuda tampan super menyebalkan, Ivander Elio, yang tak lain adalah kakak kandung sahabatnya. Perdebatan dan pertengkaran yang sering mereka lakoni membuat mereka saling mengenal pribadi masing-masing, dan anehnya membuat mereka saling tertarik satu sama lain. Namun, cinta tidak semudah yang dikira. Kembalinya cinta masa lalu Ivander, dan juga sepupu Ivander yang ternyata telah menyimpan rasa pada Olivia sejak lama menjadi tembok besar di antara mereka. Apakah cinta yang akan menang, atau mereka harus merelakan hati mereka demi menjaga hati pihak lain?

View More

Chapter 1

Bab 1 - Pencuri

"Stef, aku uda sampai.” Olivia mematikan mesin mobilnya ketika selesai memarkir mobilnya di halaman rumah Steffany yang sangat megah.

“Oliv, aku masih di mini market nih. Kamu langsung ke kamarku aja ya. Hidupin deh langsung laptopku, tau passwordnya kan?” ucap Steffany dari seberang telpon.

“Oke. Titip chiki ya satu.” ucap Olivia terkekeh.

“Tenang aja, uda aku beliin.”

Olivia tertawa, “You’re the best.” Ucapnya kemudian menutup telponnya. Olivia kemudian turun dari mobilnya tanpa melepas topi yang selalu bertengger di kepalanya, menekan tombol lock pada kunci remote mobilnya, dan melangkah masuk ke dalam rumah sahabatnya.

“Hallo Mbak Sathi, Om dan Tante ada?" Tentu saja Olivia tidak boleh asal masuk rumah orang tanpa permisi pada si pemilik rumah.

"Bapak dan Ibu sedang keluar, Non."

Olivia mengangguk, "Stef nyuruh aku langsung naik ke kamar, Mbak.”

“Naik langsung aja, Non.” Jawab Mbak Sathi, asisten rumah tangga Steffany, dan Olivia mengangguk sambil tersenyum.

Olivia setengah berlari menaiki tangga mewah yang meliuk sambil bersiul mendendangkan sebuah lagu menuju kamar Steffany.

“Kamu mau mencuri?” sebuah tangan tiba-tiba menangkap pergelangan tangannya yang sedang mencoba menekan handle pintu.

Olivia tersentak, spontan dia menolehkan wajahnya ke arah sumber suara. Dan dia lebih terkejut lagi ketika pria yang menatapnya tajam dan terkesan sadis, berdiri sangat dekat dengannya, hingga deru nafasnya terdengar. Dan sialnya pria tersebut sangat tampan.

“A.. aku..” Olivia berusaha mencari suaranya yang entah menguap ke mana.

Pria tersebut tertawa sinis tanpa melepaskan tangan Olivia, bahkan semakin mempererat pegangannya, “Kamu mau beralasan apa?”

Jantung Olivia berdetak semakin kencang. Dia mengenali seluruh anggota keluarga rumah ini, tapi belum pernah melihat pria yang satu ini. Siapa dia?

Olivia berdeham, dan berusaha melepaskan tangannya. “Kamu siapa?”

Suara tawa terdengar, “Kamu tanya aku siapa? Kamu keluar sekarang sebelum aku melaporkanmu ke polisi!!” bentak pria tersebut.

“Oliv…” Nafas Olivia yang rasanya tercekik kini dapat bernafas dengan lega, untung Steffany datang tepat waktu.

Perlahan pria tersebut melepaskan tangan Olivia dan menatap wajah Steffany. Olivia lalu mengelus pergelangannya yang terasa sedikit sakit karena genggaman pria tersebut.

“Kak Ivan? Bukannya penerbangannya besok?” Steffany langsung memeluk pria di depannya, dan membuat mata Olivia terbelalak dan semakin bingung. Ivan? Itu kan nama...

“Aku reschedule, kangen banget ma rumah.” Ucap Ivan sambil memeluk dan mengecup kening sang adik.

“Kenalin ini Olivia, teman kuliah sekaligus sahabatku.” Ucap Steffany sambil tersenyum.

Ivan berdeham, mencoba menutupi rasa malunya, kemudian mengulurkan tangannya. “Ivan, kakak Stef.”

Wajah Olivia nampak kesal, tapi dia tetap harus menjaga sopan santunnya, dia menyambut uluran tangan pria tersebut dengan wajah masam, “Olivia Cristy, mahasiswi semester tiga jurusan akuntansi keuangan, bukan PENCURI.” Olivia mengucapkan kata PENCURI dengan tegas dan penuh penekanan.

Ivan menggidikkan bahunya, “Bukan salahku jika tiba-tiba kamu mau membuka pintu kamar Stef. Wajar jika aku curiga.”

“Tapi kan kamu bisa bertanya dulu, ga langsung menuduh.” Mata Olivia melotot.

“Ya kenapa juga kamu ga bilang langsung kalau kamu teman Stef?”

“Udah.. udah.. Kak, aku ke kamar dulu sama Oliv, mau buat tugas.” Ucap Steffany sambil menarik tangan Olivia memasuki kamarnya.

***

“Stef..”

“Hmmm…” Steffany tetap fokus pada game yang sedang dimainkannya.

“Hmm teman kamu uda balik?”

“Udah dari tadi.”

“Oh..” jawab Ivan singkat.

“Cantik kan? Tapi jangan coba-coba mendekatinya.”

Ivan mengangkat sebelah alisnya menatap heran ke arah Steffany, menurutnya kata-kata adiknya sangat konyol.

“Dia berbeda dengan Alyssa.” lanjut Steffany.

Dahi Ivan semakin berkerut dalam.

“Ga usa menyangkal, aku tau apa yang kalian perbuat di belakangku dulu."

"Aku tidak pernah berniat mendekatinya. Dia yang mengejarku. Lagi pula itu masa lalu."

"Tapi kamu tetap meladeninya." Steffany memutar bola matanya dengan malas, "Pokoknya Olivia tidak boleh disentuh, titik!!!”

“Jadi dia biarawati berkedok mahasiswi?” ejek Ivan setengah tertawa.

Steffanny melotot, “Dia belum mau pacaran.”

“Beda aliran dong dengan kamu yang sebulan sekali ganti pacar?” Ejek Ivan sambil menjitak kepala adiknya.

"Ouucchh sakit! Dasar kakak sirik. Harusnya kamu tuh bangga adekmu tercantik ini laris manis.” Stefanny menjulurkan lidahnya.

Pria tampan tersebut tertawa dan merangkul adiknya, “Jangan mempermainkan hati cowo terus, ntar kakakmu ini yang kena karmanya.”

Steffany terbahak, “Mana mungkin sih ada cewe yang bisa mematahkan hati Ivander Elio? Yang ada mereka yang patah hati.”

Ivan tersenyum tipis, ya dalam hidupnya, dia tidak pernah sekalipun patah hati, karena dia tidak pernah jatuh cinta.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
72 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status