Ivan memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya. “Kamu pegang saja ini, kapan kamu siap, kamu bisa memakainya. Aku akan menunggumu.”Olivia menerima kotak tersebut, “Ivan.. boleh aku meminta sesuatu?”“Katakan.”“Aku ingin mencobanya denganmu, tapi..” suara Olivia bergetar, “Jika aku tidak bisa memuaskanmu.. tolong jujur padaku dan tinggalkan aku. Aku tidak ingin terjebak di situasi yang sama.”Ivan terkejut dengan perkataan Olivia, dia bukanlah pria brengsek yang memaksakan gairahnya pada seorang wanita. “Liv..” protes Ivan.“Please, Van.” Air mata Olivia mengalir, “Aku tidak ingin kamu membuang waktu menungguku.”“Kamu yakin?”Olivia mengangguk dengan tegas, ya dia telah memutuskan, mungkin ini satu-satunya cara yang harus dipilihnya agar Ivan menyerah. Mungkin juga ini menjadi kenangan terindah yang akan selalu dia kenang.Ivan menatap dalam mata Olivia, Ivan tidak ingin melakukannya dalam kondisi seperti ini, tapi toh Ivan akhirnya setuju, karena hanya dengan cara ini bisa me
Last Updated : 2026-01-16 Read more