Selama Taylor dan Dini pergi bulan madu, Amanda yang tinggal di apartemen Dini. Bangun tidur, ia duduk di sofa sambil memandangi bingkai-bingkai foto yang terpajang di meja dan dinding. Foto-foto Dini dan Alika saat ulang tahun, saat bermain gelembung sabun, saat berlibur ke taman kota.Wajah Alika di setiap foto selalu tersenyum cerah—tulus, penuh kebahagiaan.Lalu, ia mengamati apartemen. Kecil, sederhana namun bersih dan teratur. Sejak kecil, di antara mereka memang Dini yang paling rapi dan rajin.Selain itu, Dini pandai bersosialisasi baik dengan orang dewasa maupun anak-anak. Itu lah sebabnya, Amanda mempercayai bayinya pada Dini. Keterlaluan memang. Tetapi, ia tidak punya pilihan lain.Amanda percaya Dini bisa. Dan itu terbukti benar. Bel rumah berbunyi, Amanda menatap pintu dan berjalan membukanya.“Pagi, Amanda.”“Pagi, Mama Amanda.”Amanda mengerjap, lalu tersenyum kikuk. Di depannya ada Bianca,
Last Updated : 2025-11-19 Read more