Akhir minggu itu udara di perkebunan Willson terasa hangat dan riuh, dipenuhi suara tawa anak-anak yang berlarian di antara pepohonan buah yang sedang ranum. Aroma tanah lembap bercampur dengan wangi manis buah yang baru dipetik.Di bawah salah satu pohon terbesar, Taylor berjongkok sambil memegang ranting, dikelilingi segerombolan keponakan yang semuanya berebut mendekat seolah Taylor adalah selebritas nasional.“Kalau kalian tarik begini, nanti tanamannya sakit,” ujar Taylor lembut sambil menunjukkan cara memutar buah perlahan, memastikan tangkainya terlepas tanpa merusak cabang.Namun anak-anak tetap ribut, tangan kecil mereka terulur-ulur, beberapa bahkan memanggil namanya bersamaan, “Uncle Taylor! Uncle! Aku dulu! Aku dulu!”Bianca dan Geo berdiri sedikit jauh, menyaksikan kekacauan lucu itu. Bianca membenarkan rambutnya yang tertiup angin, sambil tertawa kecil melihat bagaimana anak-anak itu nyaris menumpuk di atas punggung Taylor. Sementara Geo hanya bersedekap, bahunya bergunc
Last Updated : 2025-11-21 Read more