“Kau sedih?” tanya Nathan pada sang kakak. Mereka sedang berada dalam perjalanan pulang menuju Ravensel.Clara memang diam sejak mereka berangkat. Tak bisa dipungkiri, ia sudah masuk dalam kehidupan Ravensel, melihat begitu banyak drama yang hadir. Dan, drama yang paling memilukan dan berhasil mengusiknya adalah drama kisah cinta antara sang pangeran dan pengawalnya. Mendengar pertanyaan adiknya, Clara memilih diam. Ia mengencangkan tali kekang kuda, menambah tempo kecepatannya seperti orang yang tidak waras. “Hei, Clara! Tunggu!” teriak Nathan mengejar sang kakak. Ia pun melakukan hal yang sama, menunggangi kuda seperti dikejar setan. Jalan desa Amarilis sudah terlewati tanpa hambatan. Di depan, jalan tanah menuju Ravensel tampak lengang, hanya diiringi derap kaki kuda mereka yang berjalan berdampingan. Clara menatap peta kecil di tangannya, sementara Nathan menguap lebar di atas pelana.“Kau yakin ini jalan tercepat?” keluh Nathan. “Sejak tadi yang kulihat cuma pohon, batu, dan p
Última actualización : 2026-02-10 Leer más