Leon baru saja membuka pintu ruang isolasi ketika suara gaduh menyambutnya. Seorang pasien meronta di atas dipan kayu, napasnya memburu, mata memerah tak fokus. Di sampingnya, Nathan berusaha menahan kedua pergelangan tangan pria itu dengan wajah tegang.“Tenang, tenang… kita tidak sedang lomba gulat!” gerutu Nathan, setengah terengah.Pasien itu tiba-tiba menyentakkan tubuhnya, hampir menggigit lengan Nathan. Nathan refleks mundur. “Baiklah, ralat. Kita memang sedang lomba gulat, dan aku jelas tidak mendaftar!”Leon bergerak cepat, menahan bahu pasien dan mendorongnya kembali ke ranjang. “Pegang kepalanya. Jangan beri ruang.”“Aku sudah mencoba, Yang Mulia, eh, maksudku Tuan Leon, tapi kepalanya tidak mau kompromi!” sahut Nathan, masih sempat menyeringai tegang.Pasien itu menggeram pelan, lalu tubuhnya kejang sesaat sebelum akhirnya melemah. Leon tetap waspada, tangannya tak langsung melepaskan.“Nathan,” ucapnya singkat.“Ya?”“Kalau kau digigit, aku akan meninggalkanmu dan mengunc
Read more