"Tabib Lin, apa kau tidak merasa kita diikuti terus?" Pelayan wanita bernama Sarah berkata dengan nada cemas. Di belakang kereta yang mereka tumpangi, ada dua orang penunggang kuda yang terlihat mencurigakan. Dari penampilan mereka tampak biasa saja. Mereka seperti dua orang pengelana, mengenakan pakaian sederhana.Brugh!!!"Eh, kuda, kuda, kuda," gerutu Tabib Lin ketika merasakan guncangan pada kereta yang mereka tumpangi.Sarah memekik. "Ada apa Tabib?""Jangan tanya saya! Tanya si kusir," omel Tabib Lin yang terkenal keras kepala. Dahinya berkerut dalam seperti alat musik akordion. Mata sipitnya menajam. Dia melongokan kepalanya, melewati jendela untuk melihat ke depan, si kusir. "Ada apa? Kereta baik-baik saja kan?"Kusir mencengkram tali kekang kuda dengan sangat erat. Ketika mendengar suara Tabib Lin, ia sempat menoleh 40° saja. "Ada batu. Tenanglah! Semua baik-baik saja," Ia mengacungkan sebelah tangannya.Tabib Lin memeluk kantong obat yang dibawanya dari infirmary salah satu
Huling Na-update : 2026-02-04 Magbasa pa