"Jadi dia istrimu, Tuan?"Seorang pria paruh baya melihat ke arah Letha yang duduk di samping Jaden, lalu kembali menatap pria itu. Sehingga Jaden pun secara refleks menoleh sebentar ke arah Letha yang duduk di sampingnya, lalu mengangguk dan kembali menatap dokternya. "Iya, Prof!" Pria paruh baya bernama Darco itu lantas mengangguk paham, lalu melempar senyum tipis. "Ternyata kau pandai juga dalam memilih pasangan! Dia masih muda, cantik, dan berkharisma." Jaden tersenyum lebar, lalu menatap Letha dengan penuh kebanggaan. "Benar, seperti yang Anda katakan. Istriku masih muda, cantik, berkharisma, dan tentu masih ada kelebihan yang tidak orang lain tahu selain aku!" "Hubby, kau berlebihan!" cicit Letha dengan pipi yang memerah."Kenapa? Memang seperti itu adanya!" Letha tak mampu berkata-kata. Hatinya berbunga-bunga, tapi juga malu karena Jaden memujinya terlalu berlebihan. Sehingga memilih menunduk, dan tidak melayani gombalan suaminya.Jelas Darco yang melihatnya jadi gemas s
Last Updated : 2025-11-29 Read more